Friday, September 11, 2020

Webinar Rebranding Pariwisata di Era New Normal

Pandemi covid-19 menimbulkan berbagai dampak di segala lini kehidupan, tidak terkecuali sektor pariwisata yg semakin lesu. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi terbaik agar sektor ini dapat kembali survive. Kami, mengajak pemerhati pariwisata untuk berdiskusi, sumbang saran dalam webinar bertema Rebranding Pariwisata di Era New Normal. 16 September 2020


.

Wednesday, September 9, 2020

Event dan Seminar Pariwisata





Sunday, August 2, 2020

Training of Trainer Pendampingan Desa Wisata oleh Kemenparekraf

Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata, Deputi Bidang Sumberdaya dan Kelembagaan Kemenparekraf/ Barekraf kembali menggelar kegiatan Training of Trainer Pendampingan Desa Wisata yang merupakan awal bagi terlaksananya Program Pemberdayaan Desa Wisata Berbasis Masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Harper DI Yogyakarta, pada Selasa- Kamis (28-30/07/2020).

Kegiatan TOT Pendampingan ini dibuka oleh Direktur Pengembangan SDM Pariwisata, Kement noerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wisnu Bawa Tarunajaya, yang dalam hal ini diwakili oleh Kasubdit,Pemberdayaan Masyarakat Regioanl I, Desti Murniati, yang dalam sambutannya menyampaikan harapan kepada peserta untuk dapat memanfatkan program TOT ini sebaik-baiknya, sehingga para dosen mampu berkontribusi dalam pengembangan Desa Wisata di tanah air.

Training of Trainer Pendampingan Desa Wisata
Training of Trainer Pendampingan Desa Wisata 

Training of Trainer Pendampingan Desa Wisata
Training of Trainer Pendampingan Desa Wisata 

Dalam pembukaan turut hadir pula, Kadispar DIY, Wardoyo dan KasuKasubdit Sarpras Telekomunikasi Desa, Kementerian Desa PDTT, Minarni Marbun, yang menjabarkan Program Kemendes PDTT terkait dengan Desa Wisata, Wardoyo dalam sambitannya memaparkan mengenai program pengembangan desa wisata di Jogjakarta.

Tercatat 18 Perguruan Tinggi dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur yang berpartisipasi, yaitu Universitas Dian Nuswantoro,Universitas STIKUBANK Semarang, Akpar Mandala Bhakti Surakarta, STIEPAR Semarang, Politeknik Indonusa Surakarta, Universitas Tidar Magelang, Universitas Kristen Satya Wacana, STP AMPTA Yogyakarta, Universitas Gunung Kidul, STIEPAR API Yogya, Universitas BSI Yogyakarta, Akpar Dharma Nusantara Sakti Yogyakara, Akademi Pariwisata Yosyakarta, Universiitas Brawijaya, Politeknik Negeri Jember, Universitas Airlangga, Universitas Merdeka Malang dan Universitas Ciputra. Adapun total peserta adalah sebanyak 33 orang dosen yang dikirim oleh masing-masing perguruan tinggi tersebut, dimana 7 orang hadir dalam bentuk online.

Adapun narasumber yang hadir dari tim Master Trainer Kemenparekraf/Baperekraf dalam kesempatan ini adalah Santi Palupi dari Universitas Podomoro, Kusmayadi dari Poltekpar Sahid dan Nila Krisnawati dari Universitas Swiss German. Materi yang disampaikan kepada seluruh peserta antara lain meliputi materi tentang CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability), Pelayanan Prima, Sadar Wisata, dan Pengembangan Potensi Produk Pariwisata serta EPP (Exploring, Packaging dan Presentation) Produk Wisata. Selain pemaparan materi, dilakukan juga sharing session dari peserta tentang pengalaman masing-masing peserta, diskusi dalam kelompok serta presentasi tentang materi yang telah disampaikan oleh para Master Trainer.

Kegiatan 3 hari ini dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang mewajibkan seluruh peserta, narasumber dan panitia untuk mengikuti tes rapid, menjaga jarak fisik dan mengenakan masker selama kegiatan berlangsung.

Sumber berita : https://www.infodesaku.co.id




Wednesday, July 8, 2020

Seminar Online Pariwisata : Mensiasati Perubahan Pariwisata Masa Depan


Mari bergabung dan berbagi inspirasi dalam Seminar Online Pariwisata "Mensiasati Perubahan Pariwisata Masa Depan". Diselenggarakan atas kerjasama Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta, ARS University, dan Himpunan Mahasiswa Pariwisata Indonesia (HMPI) DPW III.

Senin 13 Juli 2020 
Pukul 14.00 WIB - Selesai.

Pembicara :
1. Tazbir Abdullah, S.H., M.Hum.
2. Hardi Wahyono, M.M.
3. Yosef Abdul Ghani, S.E.,M.M.
4.     Florin Natawijaya Limantoro (Moderator)

*Fasilitas:
1. Ilmu 
2. Relasi
3. E-sertifikat


Cp.
1. Hary Hermawan (08973810090)
2. Bulqis Purnama Dewi (08975479991)

Tuesday, May 26, 2020

Webinar ADPI Kesiapan Operasional Pariwisata di Masa Pandemi Covid-19

Asosiasi Dosen Pariwisata Indonesia (ADPI) bersama "Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata (Hildiktipari) DPW V" menyelenggarakan webinar pariwisata bertema "Kesiapan Operasional Industri Pariwisata di Masa Pandemi Covid-19". 
Kami menghadirkan diskusikan menarik dengan narasumber berpengalaman dari unsur Pemerintah, Akademisi, dan Praktisi Pariwisata.

Pendaftaran: https://bit.ly/Webinar_ADPI

Narahubung webinar
Emita 087838687884
Hary Hermawan 08973810090

Tautan bergabung grup wa ADPI: https://chat.whatsapp.com/ElPzyAH812P4koSXhwonWT

Facebook : Asosiasi Dosen Pariwisata Indonesia




Thursday, May 14, 2020

Bakti Sosial Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta bertema Lawan COVID 19


Saat ini Dunia telah dikejutkan oleh mewabahnya Covid 19 (Corona Virus Deseases 19) atau lebih familiar disebut sebagai virus korona. Virus yang berasal dari Kota Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok ini telah menjangkiti ratusan ribu manusia di seluruh Dunia sejak 31 Desember 2019, bahkan puluhan ribu dari yang terpapar akhirnya meninggal dunia. 

Pembagian Sembako kepada Mahasiswa

Penularan yang sangat cepat, sulitnya deteksi dini, serta rumitnya penangan wabah ini menjadi faktor yang memicu banyaknya korban jiwa. Ditambah lagi, belum adanya obat yang terbukti ampuh serta minimnya sarana prasarana medis yang kompatibel untuk menangani virus menular ini berbanding terbalik dengan banyaknya korban COVId 19 yang berjatuhan. Oleh karena itu, kebijakan sosial distancing menjadi pilihan berat yang harus dijalankan oleh setiap negara termasuk Indonesia.
 
Kebijakan sosial distancing ternyata  juga memberi dampak negatif terhadap berbagai aspek kehidupan, tidak terkecuali aspek pendidikan tinggi. Kampus-kampus baik Negeri maupun Swasta menerapkan konsep belajar dan bekerja dari rumah menggunakan metode daring. Tentu banyak masalah teknis yang menjadi hambatan, karena tidak semua civitas kampus familiar dengan penggunaan aplikasi untuk kuliah daring seperti zoom, weebex, dan lain sebagainya

Problematika lainnya,  walaupun ada kebijakan belajar dari rumah, namun ternyata  tidak semua mahasiswa dapat pulang ke kampung halaman karena berbagai alasan. Sehingga Mahasiswa terpaksa masih tinggal di kota perantauan dengan kondisi yang sulit.

Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta pada tanggal 13 Mei 2020 melakukan kegiatan bakti sosial berupa pembagian bahan pokok kepada seluruh mahasiswa STP AMPTA yang saat ini tidak bisa pulang ke kampung halaman. Kegiatan tersebut diharapkan sedikit membantu meringankan beban mereka dalam menghadapi masa-masa sulit ini. 

Pembagian sembako ini merupakan kegiatan lanjutan  dari rangkaian kegiatan sosial Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta bertema "STP AMPTA Lawan Covid 19. Sebelumnya pembagian bantuan bahan pokok juga telah diberikan kepada para pelaku wisata yang terdampak Covid 19 di Desa Wisata Garongan, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 24 April 2020.

Friday, December 13, 2019

Hobi Koleksi Sertifikat, Gak Jelas !

Bagi sebagian besar orang, memperoleh sertifikat merupakan hal yang biasa-biasa saja, sertifikat tidak lebih dari sebuah kertas biasa. Namun hal ini berbeda bagi saya, bagi saya sertifikat bukan sekedar kertas biasa, tetapi sebuah bukti atas suatu pencapaian dalam hidup. Sertifikat juga mirip dengan suatu album foto kenangan, dimana setiap lembarnya memiliki momen perjuangan sendiri, mulai dari yang sangat gampang mendapatkanya,  sampai yang harus berjuang keras beberapa hari demi memperolehnya. Setiap sertifikat punya cerita,  berikut cerita dari masing-masing sertifikat yang saya dapatkan dan menjadi koleksi di kumpulan berkas bersejarah.

Sertifikat HKI ini diperoleh tahun 2018 lalu dari Ditjen Hak Kekayaan Intelektual atas karya
saya berupa buku yang berjudul Geowisata. Syarat untuk mendapatkanya berupa karya tulis atau sastra orisinil dan tidak ada yang serupa, atau sudah didaftarkan sebelumnya.
Sama dengan atas, namun kali ini diperoleh dari buku saya yang kedua dengan judul Pengantar Manajemen Hospitality



Sertifikat ini sebelumnya saya peroleh dengan cara mengikuti kuliah online di aplikasi Ruang Guru dengan memperlajari 7 materi terkait dengan Hak Kekayaan Intelektual. Setelah menyelesaikan semua materi, saya  masih harus menyelesaikan  ujian  dan lolos passing grade dengan nilai 70, kalau tidak salah.

Sertifikat ini diperoleh dari program Kementerian Riset Teknlogi dan Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Ruang Guru (Ruang Kerja). Cara memperolehnya juga harus menyelesaikan sebanyak 7-8 materi berupa tutorial video online. Materi terdiri dari tata cara menulis artikel ilmiah, kode etik penulisan ilmiah, dan tata cara publikasi. Pasing grade 70, yang spesial saya mendapatkan peringkat kedua dari 300 peserta waktu itu, dengan nilai 95.

Ini merupakan sertifikat paling sulit untuk diperoleh karena harus belajar bahasa koding HTML sebelumnya.  Menyelesaikan berbagai tutorial dan beberapa kali ujian yang cukup sulit, karena IT sebenarnya bukan bidang saya. Beruntung, saya dapat lolos karena sering otak-atik blog. Dari tingkat kesulitanya, terbukti bahwa memperoleh sertifikat ini bukan usaha kaleng-kaleng hehe.
Sertifikat dari PUM Netherland, bagi saya  agak sulit  juga dalam memperolehnya, karena dalam mendapatkannya harus menyelesaikan program pelatihan TOT  sekitar dua minggu yang diberikan oleh mentor dari PUM Netherland Expert. Kesulitan bagi saya karena harus presentasi dan diskusi berbahasa Inggris, mengingat saya agak lemah dalam bidang ini hehe.



Sertifikat yang satu ini juga cukup berkesan bagi saya. Walaupun sifatnya hanya penghargaan, uji sertifikasi ini dapat dibilang cukup kredibel, karena sistem penilaiannya tidak ada celah untuk diakali (dicurangi). Salah satu syarat terberatnya adalah memiliki  blog yang berusia lebih dari  1 tahun untuk diujikan dengan sistem uji portofolio. Syarat lainnya adalah google rank dan alexa rank blog memenuhi  tingkat tertentu.  Termasuk beberapa konten  atau artikel original dari  penulis harus disediakan dengan penuh kejujuran.

Out of the book, saya pernah ikut lomba puisi pada skala Nasional yang diselenggarakan penerbit Ujwart Media. Meskipun tidak juara, namun lumayan, dapat tembus 10 besar.

Sertifikat  ini merupakan penghargaan dari Penerbit NEM atas kedua karya buku saya yang telah diterima terbit pada penerbit tersebut

Sertifikat   diatas ini diberikan oleh salah satu publisher ternama di dunia yaitu Elsevier.  Mendapatkanya harus extra perjuangan, bersabar menyelesaikan beberapa modul online berbahasa inggris. Sertifikat diatas bukan satu-satunya yang saya peroleh dari Elsevier, masih ada lainya yang belum terupload karena belum sempat merubah dari pdf ke jpeg. 


Selanjutnya ada sertifikat kepesertaan event-event tertentu, seperti berikut :




Memperoleh Sertifikasi Blogger Profesional Indonesia


Sertifikasi profesi secara umum merupakan suatu bentuk pengakuan yang diberikan oleh suatu lembaga kepada seseorang yang memiliki profesi tertentu. Memperoleh sertifikasi berarti orang yang menyandangnya telah terbukti memiliki standar kompetensi pada suatu bidang. Komponen kompetensi diri yang harus dibuktikan mencakup tiga hal. Komponen kompetensi pertama adalah tingkat pemahaman seseorang terkait suatu bidang (knowledge). Kedua, keterampilan seseorang pada suatu bidang dalam menyelesaikan pekerjaanya (skill). Aspek ketiga termasuk aspek-aspek etika profesi, integritas, dan sikap (attitude).

Ada banyak profesi yang membutuhkan lulus uji kompetensi (uji sertifikasi) sebagai bukti kompetensi sebelum seseorang tersebut memperoleh ijin bekerja atau menjalankan profesi, misalnya bidang medis termasuk perawat, dokter, bidan dan sebagainya. Tetapi ada juga sertifikasi yang dapat dilakukan dengan penilaian portofolio atau karya, misalnya sertifikasi bidang kepenulisan buku.

Lembaga sertifikasi resmi yang ada di Indonesia adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang mengawasi konsistensi dan kredibiltas Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang memberikan sertifikat atas suatu profesi atau kompetensi tertentu. BNSP akan memberikan lisensi kepada LSP yang dianggap kredibel untuk memberikan sertifikasi. Akan tetapi, sampai saat ini ada bidang profesi khusus yang diujikan lembaga non BNSP, salah satunya lembaga IQF. Lembaga IQF merupkan sebuah organisasi internasional yang terlibat dalam pengembangan Six Sigma secara global. Six Sigma, salah satu metode yang berfokus pada pengendalian kualitas dengan mempelajari sistem produksi atau layanan perusahaan secara keseluruhan, tujuannya membantu profesional dan organisasi yang ingin memperbaiki proses kerja.

Seeiring dengan perkembangan zaman serta kemajuan teknologi, banyak profesi-profesi baru yang bermunculan, seperti satunya adalah profesi penulis blog (blogger). Akhir-akhir ini semakin banyak anak muda yang menggemari bidang ini, akan tetapi masih jarang yang menjalankanya dengan professional. Blogger professional dan populer tidak lahir dari hasil copy paste. Mereka hadir karena menyajikan sesuatu yang otentik, berharga dan beda dengan blogger lainnya, sehingga karya-karyanya selalu dinantikan penggemarnya, salah satu contoh seorang yang popular dari blogger di Indonesia adalah Raditya Dika.

Untuk menjamin kredibilitas dan profesionalitas blogger, ada salah satu lembaga yang sudah berusaha mewadahi sertifikasi profesi ini yaitu Adamseins MediaTM (Adamsains). Lembaga ini telah cukup kredibel dalam melakukan uji sertifikasi, mengingat unsur-unsur penilaian porto folio dilakukan secara transparan dan susah untuk diakali (baca: dicurangi). Kewajiban moral bagi saya untuk mengajak rekan-rekan satu profesi blogger untuk mengikuti sertifikasi blogger profesional. Oleh karena itu, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut tentang tata cara dan penilaian serifikasi bloger profesional yang dilakukan oleh Adamseins MediaTM

Langkah-langkah persiapan sertifikasi blogger sebagai berikut:
  1. Pastikan usia blog Anda telah berumur lebih dari satu tahun, syarat ini merupakan syarat paling berat karena tidak dapat direkayasa.
  2. Mengirimkan formulir permohonan ke Adamseins MediaTM dengan menyertakan identitas : Nama penulis blog, tempat dan tanggal lahir, nama blog, topik atau tema blog, dan url blog seperti www.mediawisata.net .
  3. Menguji Google Page Rank, tata cara menguji google page rank disini
  4. Menguji Alexa Rank, tata cara menguji google page rank disini
  5. Menyampaikan 3 judul artikel yang pernah ditulis dan diterbitkan di dalam blog.
  6. Formulir dikirim melalui email ke dewapuitis@ymail.com
Berikut ulasan saya mengenai tata cara sertifikasi blogger professional, semuga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Minimal dengan diperolehnya sertifikasi tersebut menjadi pemicu bagi Anda untuk lebih aktif berkarya dan menghadirkan konten-konten berkualitas.

Artikel terkait lain:
  1. Bikin Sertifikat Blogger Indonesia Yuk!
  2. Cara Sederhana Mendapatkan Sertifikat Blogger Indonesia (Gratis)
  3. Bahagianya Saya Mendapatkan Sertifikat Blogger Indonesia Resmi
  4. Akhirnya Bisa Dapat Sertifikat Blogger Indonesia
Berikut Sertifikat yang saya peroleh dari portofolio blog saya www.mediawisata.net, jika ada pertanyaan lebih lanjut dapat disampaikan di haryhermawan8@gmail.com 


Tuesday, July 23, 2019

Audiensi Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) dengan LLDIKTI V Yogyakarta

Tanggal 22 Juli 2019 merupakan momen yang sangat istimewa bagi Pengurus Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) karena berkesempatan untuk menjalin silaturahmi dengan LLDIKTI V Yogyakarta, dalam kesempatan tersebut disambut langsung oleh Bapak Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Ak., CA., selaku Ketua LLDIKTI V saat ini, periode 2019-2023.

Audiensi Ikatan Dosen Republik Inonesia (IDRI)  dengan LLDIKTI V Yogyakarta
Audiensi Ikatan Dosen Republik Inonesia (IDRI)  dengan LLDIKTI V Yogyakarta
Pengurus IDRI DIY yang hadir pada acara tersebut diantaranya  Bapak Dr. Jumadi selaku Ketua IDRI Yogyakarta; Bapak Aftoni selaku wakil Ketua 1; Bapak Paharizal selaku Wakil Ketua 2; Bapak Rahimudin selaku Wakil Sekertaris; Ibu Rini Susilawati, Ibu Citra Ayudianti, dan Ibu Anita Wijayanti selaku Bendahara; serta Bapak Bahri dan Bapak Hary Hermawan selaku Koordinator Bidang.

IDRI DIY menyampaikan komitmenya untuk memperbaiki nasib bangsa, khususnya melalui peningkatan karir dan kesejahteraan dosen, yang secara nyata akan diwujudkan dalam berbagai program kerja IDRI. Pada pertemuan tersebut, disampaikan juga rencana rapat kerja yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 mendatang. LLDIKTI V Yogyakarta melalui Ketua Bapak Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Ak., CA menyampaikan bahwa LLDIKTI akan memberikan dukungan penuh terhadap program-program positif IDRI, baik yang telah berjalan, maupun yang sedang dan akan dilaksanakan.

Sunday, July 21, 2019

Malioboro for Pedestrian, Sebuah Kabar dari Yogyakarta

Dalam Bahasa Sansekerta, kata Malioboro bermakna karangan bunga. Kata Malioboro juga berasal dari nama seorang kolonial Inggris yang bernama Marlborough yang pernah tinggal disana pada tahun 1811 - 1816 M. Pendirian jalan malioboro bertepatan dengan pendirian Kraton Yogyakarta.
Jalan Malioboro yang terletak di jantung kota Yogyakarta merupakan jalan yang paling populer, baik oleh masyarakat Jogja sendiri, para pendatang atau bahkan wisatawan. Malioboro menjadi cukup dikenal karena cerita sejarah yang menyertainya. Keberadaan Malioboro sering pula dikaitkan dengan tiga tempat sakral di Yogya yakni Gunung Merapi, Kraton dan Pantai Selatan.

Suasana Baru Malioboro, sumber: IDN Times
Awalnya Jalan Malioboro ditata sebagai sumbu imaginer antara Pantai Selatan (Pantai Parangkusumo) - Kraton Yogya - Gunung Merapi. Malioboro mulai ramai pada era kolonial 1790 saat pemerintah Belanda membangun benteng Vredeburg pada tahun 1790 di ujung selatan jalan ini.
Selain membangun benteng, Belanda juga membangun Dutch Club tahun 1822, The Dutch Governor’s Residence tahun 1830, Java Bank dan Kantor Pos tak lama setelahnya. Setelah itu Malioboro berkembang kian pesat karena perdaganagan antara orang belanda dengan pedagang Tiong Hoa (okezone.com, 22 Juli 2019).

Dengan tetap mempertahankan konsep aslinya dahulu, Malioboro jadi pusat kehidupan masyarakat Yogya. Tempat-tempat strategis seperti Kantor Gubernur DIY, Gedung DPRD DIY, Pasar Induk Beringharjo hingga Istana Presiden Gedung Agung juga berada di kawasan ini. Pemerintah setempat kini terus melakukan perbaikan untuk menata Malioboro menjadi kawasan yang nyaman untuk disinggahi. 

Awal tahun 2016 ini pemerintah telah berhasil mensterilkan parkir kendaraan dari Malioboro dan kemudian dilanjutkan dengan penetapan Malioboro menjadi kawasan semi pedestrian. Peresmian Jalan Malioboro sebagai kawasan pedestrian dilakukan pada tanggal 18 Juni 2019, namun sementara baru dilaksanakan setiap hari Selasa Wage (lihat penanggalan Jawa).

Selanjutnya, Malioboro for Pedestrian akan kembali diberlakukan kembali pada Selasa Wage, 23 Juli 2019 mendatang. Artinya, pada hari tersebut, kendaraan bermotor dilarang melintasi kawasan Malioboro, kecuali kendaraan tertentu seperti Trans Jogja, kendaraan tidak bermotor (andong, sepeda, dan becak), mobil pelayanan umum (ambulans, mobil pemadam kebakaran, kendaraan kebersihan Malioboro), serta kendaraan patroli kepolisian dan kendaraan dinas tertentu.

Selama pelaksanaan uji coba tersebut, Kita dapat menyaksikan beragam pementasan dan pertunjukan seni di sepanjang kawasan Malioboro yang rata-rata dimulai sejak pukul 15.00. Bisa juga sembari duduk selo bergurau bersama teman, momong bocah, hunting foto, ataupun bersepeda santai bersama keluarga. Berikut daftar pertunjukan  yang dapat Anda saksikan: 

📍 Depan Inna Malioboro: 
YK Brass Ensemble
(15.00 WIB)

📍 Perpus Malioboro:
Diskusi dan Pemutaran Film 
(15.00 WIB)

📍 Halaman DPRD DIY:
Diskusi dan Pemutaran Film 
(18.00 WIB)

📍 Malioboro Mall:
Pentas Wayang Beber, Orchestra Youth Camp MSO, Tarian Reog, Cakil Squad, Macapatan
(15.00 WIB)

📍 Pertigaan Jalan Dagen: 
Coffee Corner, Rooftop Jazz Session  
(19.00 WIB)

📍 Depan Hotel Mutiara: 
Lelaku Gamelan Virtual, Videowall Exhibition
(19.00 WIB)

📍 Gerbang Barat Kepatihan: 
Bonang Battle, Dialog Budaya dan Gelar Seni "Yogya Semesta" 
(15.00 WIB)

📍 Plaza SO 1 Maret:
Gelar Seni dan Potensi UKM, Ekspos Sejarah
(15.00 WIB)

📍 Titik Nol Km:
Pembelajaran Pantomim 
(15.00 WIB)

📍 Sonobudoyo/Gedung Eks KONI:
Ekspos Permainan Tradisional, Sosialisasi Warisan Budaya 
(15.00 WIB)

📍 Gapura Ketandan:
Barongsai Hoo Happ Hwee 
(15.30 WIB)

📍 Depan Mirota Batik:
Traditional Workshop dan Performance 
(07.00 WIB)

📍 Depan Pasar Beringharjo:
 Campursari 
(18.00 WIB)

📍 Depan Gedung Agung: 
Njathil Bareng Polisi
(16.00 WIB)

📍 Benteng Vredeburg:
Pemutaran dan Diskusi Film 
(15.00 WIB)

Selamat menikmati guyubnya Malioboro dan jangan lupa jaga kebersihan dan ketertiban agar Jogja semakin istimewa (repost grup Wa Ampta Yogyakarta.


Thursday, July 18, 2019

Dosen Pariwisata Menjadi Pengurus IDRI Yogyakarta

Ikatan Dosen Republik Indonesia atau sering disingkat sebagai IDRI merupakan organisasi profesi, bersifat kepakaran tanpa memandang perbedaan instansi, kedudukan, agama, suku, golongan, gender,dan asal-usul, bersifat independen berlandaskan pada kemandirian dan kemitrasejajaran, serta bukan bagian dari partai politik manapun.

IDRI Yogyakarta
Ketua LLDIKTI Wilayah V bersama Ketua IDRI Pusat, Gambar: Radar Jogja
Organisasi IDRI merupakan organisasi dosen Indonesia yang bercirikan pada keilmuan, bidang keahlian, penguasaan teknologi, seni dan budaya. IDRI terbuka untuk semua dosen dengan ikatan kesejawatan atas dasar rasa kebanggaan sebagai dosen untuk menjaga martabat dan kehormatan dosen. Kedudukan dan hubungan antar-anggota bersifat persaudaraan dengan sifat kepemimpinan kolektif dan mekanisme pengambilan keputusan atas dasar kesepakatan.

IDRI Yogyakarta
Dari kanan Prof. Marsigit, Dr. Ayu Cornelia, Dr. Nuning Kurniasih dan Hary Hermawan, Gambar: Radar Jogja
Pada hari Sabtu 2 Maret 2019 telah digelar pelantikan pengurus IDRI.  Saya mendapat kesempatan dilantik sebagai salah satu Dosen Pariwisata di IDRI Yogyakakarta yang menjabat sebagai koordinator bidang. Pada moment ini sekalugus diadakan seminar nasional, dengan narasumber Prof Dr. Marsigit, M.A yang merupakan Direktur Pascasarjana UNY , Humas Sekretaris Umum IDRI, Nuning Kurniasih S.Sos., M.Hum, dan saya sediri Hary Hermawan, S.Par M.M. mewakili STP AMPTA Yogyakarta sekaligus sebagai seorang Editor Jurnal. Pada seminar ini juga dihariri yang akan dihadiri oleh Ketua Umum IDRI, Dr. Ryan Kurniawan, dan Ketua IDRI DIY, Dr. Jumadi S.E., M.M.

IDRI Yogyakarta
Ketua LLDIKTI, Ketua IDRI Pusat, Bersama Pengurus Baru IDRI DIY, Gambar: Radar Jogja
Bergabung dengan IDRI akan menjadikan kita semakin banyak relasi yang dapat kita kenal, dosen-dosen hebat dari berbagai kampus lainya. selain itu, dengan bergabung bersama IDRI dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan rasa persaudaraan sesama profesi.

Jika Anda seorang Dosen yang tertarik bergabung bersama IDRI segara KLIK DISINI. 

Artikel terkait aktifitas IDRI lainya disini 

Bosan dengan rutinitas kerja Anda, segera luangkan waktu untuk berwisata disini 

Tuesday, June 18, 2019

Workshop Metodologi Pembelajaran dengan Tema "New Ways of Learning" di STP AMPTA Yogyakarta

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, teks

Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta mengadakan kegiatan workshop metodologi pembelajaran dengan tema "New Ways of Learning". Workshop ini akan mendatangkan instruktur langsung dari PUM Netherland Senior Expert Wilhelmina van Koningsbruge dan berlangsung mulai tanggal 18 Juni -6 Juli 2019.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 dosen STP AMPTA Yogyakarta dengan bentuk aktivitas meliputi pembelajaran kelas, pertemuan dengan mahasiswa dan alumni, kunjungan ke industri pariwisata DIY, seminar ilmiah, dan interaksi dengan masyarakat lokal dalam bentuk outbond dan pengabdian masyarakat. Diharapkan dengan adanya kegiatan workshop ini dapat meningkatkan kompetensi dosen dalam menerapkan metode pembelajaran baik di dalam kampus maupun luar kampus serta dapat mendukung visi misi kampus menjadi perguruan tinggi pariwisata yang bertaraf Internasional pada tahun 2030 mendatang

Tuesday, June 11, 2019

Seminar Nasional Ikatan Dosen Republik Indonesia Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta

Tanggal 2 Maret 2019 Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) telah resmi melantik Pengurus Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI)  Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA selaku kepala LLDITI Wilayah V DIY, Dr. Ryan Kurniawan selaku Ketua IDRI Pusat, Nuning Kurniasih, S.Sos., M.Hum serta  Dr. Jumadi S.E., M.M selaku Ketua IDRI Wilayah DIY.

Hary Hermawan IDRI JOGJA
Banner Acara

Setelah acara pelantikan pengurus selesai, Seminar Nasional dengan tema “Kapabilitas Tenaga Pendidik di Era Digital” menjadi acara penutup dari serangkaian acara yang dilakuakan di LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta tersebut. Narasumber dalam seminar tersebut  adalah Prof. Dr. Marsigit, M.A. Direktur Pascasarjana UNY, Nuning Kurniasih, S.Sos., M.Hum sekretaris IDRI Pusat, dan Hary Hermawan, S.Par., M.M selaku Pengurus IDRI Wilayah DIY yang merupakan Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta, editor di beberapa jurnal ilmiah Nasional. Moderator dalam acara ini adalah Dr. Ayu Helena Cornelia Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata sekaligus founder Cornelia & Co serta MMTC.
baca Juga artikel mengenai konsep pariwisata geologi atau geowisata disini



Pelantikan Pengurus Ikatan Dosen Republik Indonesia
Dari kiri Prof. Dr. Marsigit, M.A., Dr. Ayu Hellena Cornelia.,
Nuning Kurniasih, S.Sos., M.Hum., Hary Hermawan, S.Par., M.M.