Advertisement

Friday, September 11, 2020

Webinar Rebranding Pariwisata di Era New Normal

Pandemi covid-19 menimbulkan berbagai dampak di segala lini kehidupan, tidak terkecuali sektor pariwisata yg semakin lesu. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi terbaik agar sektor ini dapat kembali survive. Kami, mengajak pemerhati pariwisata untuk berdiskusi, sumbang saran dalam webinar bertema Rebranding Pariwisata di Era New Normal. 16 September 2020


.

Wednesday, September 9, 2020

Event dan Seminar Pariwisata





Friday, September 4, 2020

Rumpun Bambu Bagi Kehidupan Manusia dan Kegiatan Wisata

Rumpun bambu dapat digunakan sebagai daya tarik wisata ilmu pengetahuan dan teknologi, asal direkayasa sesuai dengan keinginan pasar wisatanya.  Tetapi kalau budayanya masih terikat pada tradisi dan tidak disesuaikan dengan matra ruang dan waktu, hidup manusia. Oleh karena itu, penyesuaiannya dengan matra pengetahuan dan teknologi maju, agar nilainya untuk kepentingan berfungsi sebagai penetral larutan logam berat di dalam air yang meresap ke dalam lapisan batuan. 
Rumpun Bambu
Rumpun Bambu
Penelitian perihal manfaat sulit diperoleh pasar yang dapat meningkatkan kesejahteraan ruang dan waktu, harus disertai dengan penerapan ilmu hidup manusia meningkat hingga dipedulikan kembali.
Kepedulian manusia pada rumpun bambu baik sebagai tumbuhan maupun sebagai bahan untuk memenuhi hajat hidup manusia, perlu sekali dipelajari secara rinci terutama mengenai sifat dan keserbagunaannya. Bagaimanapun juga, rumpun bambu atau bambunya sebagai bahan mentah, tidak mungkin diganti dengan bahan lain yang lebih mudah dan murah pengelolaannya. Apalagi sifatnya yang sudah begitu merakyat tidak mudah tertandingi oleh tumbuhan jenis apapun. 
Hal ini sudah terbukti sejak awal mula manusia prasejarah mengenal bambu. Jika hal ini tidak terkelola dengan baik dan benar, tidak mustahil salah satu sumberdaya alam akan hilang dari kehidupan masyarakat sehingga manfaat yang demikian besar untuk kepentingan hidup manusia akan ikut hilang. Rumpun bambu dapat digunakan untuk menunjang kemantapan keseimbangan alam di permukaan bumi secara geologi teknik, agar dapat mencegah berkembangnya kegiatan erosi, pengikisan, atau gerakan medan. Selain itu, sifatnya yang dapat tumbuh subur di berbagai permukaan tanah, dapat pula ditanam di lereng pebukitan, di tebing sungai, atau lainnya agar permukaan medan mantap dan kuat. Demikian pula rumpunnya yang bersifat lulus air dapat digunakan sebagai  sarana alami untuk resapan.

Sumber : 
Darsoprajitno (2020)
Ekologi Pariwisata

Thursday, August 13, 2020

Berwisata ke Dusun Bambu, Kawasan Lembang, Bandung


Danau Buatan dan cottage, sebagai salah satu daya tarik utama di Dusun Bambu

Lelah dengan kepenatan selama bekerja di Kota Kembang (Bandung) yang semakin lama semakin sesak oleh hiruk-pikuk bisnis dan kemacetan. Pada dasarnya saya adalah orang desa, yang pada saatnya akan merindukan ketentraman kehidupan khas pedesaan. Untuk melepas kepenatan kerja saya merasa butuh berlibur sejenak, mencari destinasi wisata yang memiliki lanscape kehidupan alam pedesaan yang masih alami.


Embun pagi di Dusun Bambu

Karena saya termasuk orang baru di Kota Kembang, serta belum begitu mengenal destinasi wisata daerah ini, maka saya menyempatkan bertanya kepada rekan saya Nia yang juga mahasiswi saya di salah satu PTS di Bandung. Saya mendapatkan beberapa alternatif saran destinasi wisata yang bertema alam pedesaan, dan saya tertarik untuk mencoba salah satu  destinasi wisata di daerah Lembang yaitu Dusun Bambu. 
Dusun Bambu yang terletak di Jalan Kertawangi (Komplek Komando), Cisarua Bandung Barat. Dapat ditempuh melalui Jalan Kolonel Masturi KM 11. Aksebilitas untuk mencapai Dusun Bambu bisa melalui beberapa rute berikut ini:

1. Tol Pasteur -> Ledeng -> Jalan Sersan Sodik -> Jalan Kolonel Masturi
2. Tol Padalarang -> Cimahi -> Jalan Kolonel Masturi
3. Tol Pasteur -> Ledeng -> Lembang -> Jalan Kolonel Masturi

Menurut rekan saya, suasana di Dusun Bambu masih sejuk, tenang, dan alami dengan pemandangan yang indah. Serta  ada satu lagi, kalau masih pagi ada embun, sehingga saya merasa tempat ini cukup unik dan menarik untuk dicoba.




Masyarakat Lembang berjualan bunga

Minggu tanggal 8 Januari 2017 pukul 08.30 WIB, kami memutuskan untuk berangkat bersama ke Dusun Bambu. Perkiraan berangkat dari Antapani (dekat Stasiun Kiara Condong) sampai ke Dusun Bambu menghabiskan waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam perjalanan. Jarak yang cukup lumayan jika ditempuh dengan bersepeda motor. Namun, diluar dugaan pemandangan Kawasan Lembang selama perjalanan sungguh sangat mengagumkan.



Masyarakat Lembang berjualan bunga

Memasuki wilayah Lembang, kita akan disambut dengan keindahan pemandangan alam pegunungan yang menjulang sangat tinggi di berbagai penjuru. Selama perjalanan juga dapat melihat pemukiman penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai petani tanaman hias, khususnya bunga, di kiri dan kanan jalan selama perjalanan di Lembang. Dengan suguhan pemandangan ini, rasa lelah perjalanan terbayarkan, dan waktu 2 jam perjalanan menjadi tidak terasa.
Berburu spot foto di Dusun Bambu



Pegunungan di Lembang

Sampai di Dusun Bambu rasa lelah terbayarkan, kita akan segera disuguhi pemandangan alam yang sangat indah. Meskipun kita sampai di lokasi agak kesiangan, serta gagal menemukan kabut/ embun, namun tetap tidak berkurang rasa cinta terhadap keindahan destinasi wisata alamnya serta kesejukanya.
Hal pertama yang kami lakukan di lokasi ini adalah berfoto di rumah pohon. Kami merasa tertarik oleh keunikan rumah pohon di Dusun Bambu yang dibuat dengan konsep yang cukup unik. Wahana tersebut dibangun pada pohon utama, pohon kayu putih. Masing masing dihubungkan oleh jembatan besi serta dirambati oleh tanaman rambat.



Rumah pohon di Dusun Bambu Bandung

Kedua, spot foto yang tidak kalah unik adalah  danau buatan. Telaga atau danau buatan di Dusun Bambu sangat menawan, salain lanscape alam sekitar yang mendukung, cottage atau deretan gazebo-gazebo di pinggiranya menjadi penghias background foto. Sangat menawan untuk sekedar menjadi hiasan walpapper atau foto instagram Anda. Spot spot lain adalah maskot berupa tugu yang terbuat dari kumpulan bambu yang disusun sedemikian rupa.

Selain keindahan alamnya, fasilitas akomodasi dan sarpras yang ada juga cukup memanjakan mata setiap pengunjung, antara lain: warung makan/restoran, caffe, play ground, mobil antar untuk membantu berkeliling area, serta tersedia mushola dan toilet yang cukup bersih.
Demikian story kami, tentang wisata di dusun bambu, semuga memberi inspirasi referensi wisata bagi pembaca.


Danau Buatan sebagai spot fotograi yang sangat Indah


Sungai dan bebatuan di Dusun Bambu yang dikelilingi bungan warna warni memanjakan mata


Jembatan kecil, spot menarik untuk foto di Dusun Bambu, Lembang, Bandung


Tempat istirahat, cukup nyaman untuk bersantai
Dusun Bambu
Rumah pohon ala Dusun Bambu, Lembang, Bandung


Nia Kurniawati
Eksotisme Danau Buatan di Dusun Bambu, Lembang, Bandung

Dusun Bambu
Lutung Kasarung (Rumah Pohon di Dusun Bambu)

Nia Kurniawati
This is Nia


Sunday, August 2, 2020

Training of Trainer Pendampingan Desa Wisata oleh Kemenparekraf

Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata, Deputi Bidang Sumberdaya dan Kelembagaan Kemenparekraf/ Barekraf kembali menggelar kegiatan Training of Trainer Pendampingan Desa Wisata yang merupakan awal bagi terlaksananya Program Pemberdayaan Desa Wisata Berbasis Masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Harper DI Yogyakarta, pada Selasa- Kamis (28-30/07/2020).

Kegiatan TOT Pendampingan ini dibuka oleh Direktur Pengembangan SDM Pariwisata, Kement noerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wisnu Bawa Tarunajaya, yang dalam hal ini diwakili oleh Kasubdit,Pemberdayaan Masyarakat Regioanl I, Desti Murniati, yang dalam sambutannya menyampaikan harapan kepada peserta untuk dapat memanfatkan program TOT ini sebaik-baiknya, sehingga para dosen mampu berkontribusi dalam pengembangan Desa Wisata di tanah air.

Training of Trainer Pendampingan Desa Wisata
Training of Trainer Pendampingan Desa Wisata 

Training of Trainer Pendampingan Desa Wisata
Training of Trainer Pendampingan Desa Wisata 

Dalam pembukaan turut hadir pula, Kadispar DIY, Wardoyo dan KasuKasubdit Sarpras Telekomunikasi Desa, Kementerian Desa PDTT, Minarni Marbun, yang menjabarkan Program Kemendes PDTT terkait dengan Desa Wisata, Wardoyo dalam sambitannya memaparkan mengenai program pengembangan desa wisata di Jogjakarta.

Tercatat 18 Perguruan Tinggi dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur yang berpartisipasi, yaitu Universitas Dian Nuswantoro,Universitas STIKUBANK Semarang, Akpar Mandala Bhakti Surakarta, STIEPAR Semarang, Politeknik Indonusa Surakarta, Universitas Tidar Magelang, Universitas Kristen Satya Wacana, STP AMPTA Yogyakarta, Universitas Gunung Kidul, STIEPAR API Yogya, Universitas BSI Yogyakarta, Akpar Dharma Nusantara Sakti Yogyakara, Akademi Pariwisata Yosyakarta, Universiitas Brawijaya, Politeknik Negeri Jember, Universitas Airlangga, Universitas Merdeka Malang dan Universitas Ciputra. Adapun total peserta adalah sebanyak 33 orang dosen yang dikirim oleh masing-masing perguruan tinggi tersebut, dimana 7 orang hadir dalam bentuk online.

Adapun narasumber yang hadir dari tim Master Trainer Kemenparekraf/Baperekraf dalam kesempatan ini adalah Santi Palupi dari Universitas Podomoro, Kusmayadi dari Poltekpar Sahid dan Nila Krisnawati dari Universitas Swiss German. Materi yang disampaikan kepada seluruh peserta antara lain meliputi materi tentang CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability), Pelayanan Prima, Sadar Wisata, dan Pengembangan Potensi Produk Pariwisata serta EPP (Exploring, Packaging dan Presentation) Produk Wisata. Selain pemaparan materi, dilakukan juga sharing session dari peserta tentang pengalaman masing-masing peserta, diskusi dalam kelompok serta presentasi tentang materi yang telah disampaikan oleh para Master Trainer.

Kegiatan 3 hari ini dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang mewajibkan seluruh peserta, narasumber dan panitia untuk mengikuti tes rapid, menjaga jarak fisik dan mengenakan masker selama kegiatan berlangsung.

Sumber berita : https://www.infodesaku.co.id




Monday, July 27, 2020

Bimbingan Akademik Semester Ganjil 2020-2021 Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

E-Learning Hary Hermawan
E-Learning Hary Hermawan

Salam,
Mengingat adanya pandemi Covid-19 maka beberapa hal terkait Bimbingan Akademik Semester Ganjil 2020-2021 Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta mengalami perubahan dari metode manual menjadi metode daring (online) maka dibutuhkan penyesuaian dalam metode pembayaran. 
Berikut saya sampaikan beberapa informasi terkait dengan proses bimbingan Akademik tersebut:

1. Informasi kalender akademik, download disini
2. Alur bimbingan rencana studi, download disini
3. Ketentuan pembayaran semester ganjil, download disini
4. Panduan pembayaran melalui virtual acount, download disini
5. Form Kartu Rencana Studi (KRS) online, download disini
6. Form Keterangan Pembiayaan, download disini
7. KHS angkatan 2018, download disini
8. KHS angkatan 2019, download disini
9. Virtual Acount 2018, download disini
10. Virtual Acount 2019, download disini
11. KRS Khusus Mahasiswa Semester I Pariwisata, download disini
12. Apabila semua file sudah siap, masing-masing mahasiswa dapat melaporkan diri ke Dosen PA 
13. Masa pengisian KRS dan Pembayaran Kuliah dimulai 27 Juli – 12 Sepember 2020
14. Kuliah perdana semester ganjil 2020/2021 dimulai pada 14 September 2020 secara daring.

BUKU PEDOMAN AKADEMIK di download disini

Bagi Mahasiswa yang membutuhkan informasi tambahan dapat melaui whats app di 08973810090 atau join whats app group khusus Mahasiswa bimbingan saya

Hary Hermawan

Wednesday, July 22, 2020

Metodologi Riset Kuantitatif: Riset Bidang Kepariwisataan

Metodologi Riset Kuantitatif: Riset Bidang Kepariwisataan
Buku Metodologi Penelitian karya Hary Hermawan

Fokus dari buku ini yaitu pada riset kuantitatif bidang ke­ pariwisataan, dengan harapan dapat menuntun mahasiswa untuk melakukan penelitian sesuai dengan bidangnya yaitu bidang ke­pariwisataan. Bagi kebanyakan mahasiswa, beban berat yang mereka rasakan adalah menyelesaikan Tugas Akhir (menyusun skripsi), maka diharapkan buku ini dapat menjadi panduan bagi mahasiswa serta pembaca pada umumnya. Buku ini memuat beberapa bab yang masing­ masing bab disertai dengan tujuan pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk mengevaluasi seberapa besar kemampuan pembaca untuk memahami materi dari masing­ masing bab yang dipelajari.
Disamping itu, dalam buku ini diberikan contoh praktis bagaimana  merumuskan judul penelitian, penggunaan alat uji statistik, instrumen pencarian data, persoalan populasi serta sampel penelitian. Pada bab­ bab akhir dan lampiran dalam buku ini disampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan teknik dan prosedur penyusunan laporan hasil penelitian berserta teknik­teknik akses dan sitasi jurnal maupun hasil
penelitian. Penulis menyadari bahwa buku ini sangat sederhana baik dari aspek tekstual maupun kontenya. Maka dari itu, penulis sangat ber­harap adanya krtitik yang membangun dari para pembaca buku ini melalui email haryhermawan8@gmail.com. Akhir kata penulis ucapkan terimakasih kepada semua pihak  yang telah memfasilitasisehingga karya sederhana ini dapat terwujud.
Pemesanan : 08973810090
Sampel Buku : Klik di sini