Friday, December 13, 2019

Memperoleh Sertifikasi Blogger Profesional Indonesia


Sertifikasi profesi secara umum merupakan suatu bentuk pengakuan yang diberikan oleh suatu lembaga kepada seseorang yang memiliki profesi tertentu. Memperoleh sertifikasi berarti orang yang menyandangnya telah terbukti memiliki standar kompetensi pada suatu bidang. Komponen kompetensi diri yang harus dibuktikan mencakup tiga hal. Komponen kompetensi pertama adalah tingkat pemahaman seseorang terkait suatu bidang (knowledge). Kedua, keterampilan seseorang pada suatu bidang dalam menyelesaikan pekerjaanya (skill). Aspek ketiga termasuk aspek-aspek etika profesi, integritas, dan sikap (attitude).

Ada banyak profesi yang membutuhkan lulus uji kompetensi (uji sertifikasi) sebagai bukti kompetensi sebelum seseorang tersebut memperoleh ijin bekerja atau menjalankan profesi, misalnya bidang medis termasuk perawat, dokter, bidan dan sebagainya. Tetapi ada juga sertifikasi yang dapat dilakukan dengan penilaian portofolio atau karya, misalnya sertifikasi bidang kepenulisan buku.

Lembaga sertifikasi resmi yang ada di Indonesia adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang mengawasi konsistensi dan kredibiltas Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang memberikan sertifikat atas suatu profesi atau kompetensi tertentu. BNSP akan memberikan lisensi kepada LSP yang dianggap kredibel untuk memberikan sertifikasi. Akan tetapi, sampai saat ini ada bidang profesi khusus yang diujikan lembaga non BNSP, salah satunya lembaga IQF. Lembaga IQF merupkan sebuah organisasi internasional yang terlibat dalam pengembangan Six Sigma secara global. Six Sigma, salah satu metode yang berfokus pada pengendalian kualitas dengan mempelajari sistem produksi atau layanan perusahaan secara keseluruhan, tujuannya membantu profesional dan organisasi yang ingin memperbaiki proses kerja.

Seeiring dengan perkembangan zaman serta kemajuan teknologi, banyak profesi-profesi baru yang bermunculan, seperti satunya adalah profesi penulis blog (blogger). Akhir-akhir ini semakin banyak anak muda yang menggemari bidang ini, akan tetapi masih jarang yang menjalankanya dengan professional. Blogger professional dan populer tidak lahir dari hasil copy paste. Mereka hadir karena menyajikan sesuatu yang otentik, berharga dan beda dengan blogger lainnya, sehingga karya-karyanya selalu dinantikan penggemarnya, salah satu contoh seorang yang popular dari blogger di Indonesia adalah Raditya Dika.

Untuk menjamin kredibilitas dan profesionalitas blogger, ada salah satu lembaga yang sudah berusaha mewadahi sertifikasi profesi ini yaitu Adamseins MediaTM (Adamsains). Lembaga ini telah cukup kredibel dalam melakukan uji sertifikasi, mengingat unsur-unsur penilaian porto folio dilakukan secara transparan dan susah untuk diakali (baca: dicurangi). Kewajiban moral bagi saya untuk mengajak rekan-rekan satu profesi blogger untuk mengikuti sertifikasi blogger profesional. Oleh karena itu, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut tentang tata cara dan penilaian serifikasi bloger profesional yang dilakukan oleh Adamseins MediaTM

Langkah-langkah persiapan sertifikasi blogger sebagai berikut:
  1. Pastikan usia blog Anda telah berumur lebih dari satu tahun, syarat ini merupakan syarat paling berat karena tidak dapat direkayasa.
  2. Mengirimkan formulir permohonan ke Adamseins MediaTM dengan menyertakan identitas : Nama penulis blog, tempat dan tanggal lahir, nama blog, topik atau tema blog, dan url blog seperti www.mediawisata.net .
  3. Menguji Google Page Rank, tata cara menguji google page rank disini
  4. Menguji Alexa Rank, tata cara menguji google page rank disini
  5. Menyampaikan 3 judul artikel yang pernah ditulis dan diterbitkan di dalam blog.
  6. Formulir dikirim melalui email ke dewapuitis@ymail.com
Berikut ulasan saya mengenai tata cara sertifikasi blogger professional, semuga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Minimal dengan diperolehnya sertifikasi tersebut menjadi pemicu bagi Anda untuk lebih aktif berkarya dan menghadirkan konten-konten berkualitas.

Artikel terkait lain:
  1. Bikin Sertifikat Blogger Indonesia Yuk!
  2. Cara Sederhana Mendapatkan Sertifikat Blogger Indonesia (Gratis)
  3. Bahagianya Saya Mendapatkan Sertifikat Blogger Indonesia Resmi
  4. Akhirnya Bisa Dapat Sertifikat Blogger Indonesia
Berikut Sertifikat yang saya peroleh dari portofolio blog saya www.mediawisata.net, jika ada pertanyaan lebih lanjut dapat disampaikan di haryhermawan8@gmail.com 


Tuesday, July 16, 2019

CPNS Pariwisata : Tips Memilih Formasi CPNS untuk Lulusan Sekolah Pariwisata

Artikel CPNS Pariwisata : Tips Memilih Formasi CPNS untuk lulusan Pariwisata berikut merupakan sumbangan pemikiran dari teman baik saya Ahmad Rosydi Syahid sesama blogger yang serunya juga sama-sama alumni dari Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA. Jika tertarik dengan tulisan beliau dapat mengunjungi www.studipariwisata.com. secara lengkap tulisan beliau saya posting ulang disini, seperti berikut : 

“Hari gini jadi PNS?”

Pertanyaan di atas mungkin sering kamu dengar kalau lagi ngobrol dengan teman-teman mengenai niat kamu yang ingin jadi PNS.

Baca Juga Artikel Mengenai Destinasi Pantai Kesirat yang menjadi Lokasi Ideal Bagi Penuikmat Senja di Yogyakarta

Lowongan CPNS Pariwisata
CPNS Pariwisata, Sumber: https://bangka.tribunnews.com


Banyak alasan kenapa orang sekeliling bilang gitu ke kamu.
Alasan pertama, PNS itu kesannya jadul. Zaman old. Ga kekinian banget.
Sebagai anak gahol, mestinya kamu jangan ngelamar jadi PNS. Mending ngelamar di perusahaan swasta, bila perlu yang berkelas internasional.

Benarkah anggapan di atas? Ternyata salah total. PNS sekarang sudah berubah. Sistem kerjanya udah menyaingi swasta, lho.  PNS udah ga bisa lagi macem-macem karena semua orang bisa mengawasi dan melaporkan kinerja PNS yang kurang ke berbagai media yang ada. Kalau mau baca lebih lanjut mengenai perubahan-perubahan dalam dunia PNS, silahkan baca artikel ini: PNS zaman now

Alasan yang kedua kenapa teman-teman kamu bilang kalau kamu ga cocok jadi PNS adalah karena kamu lulusan pariwisata.

“Mana ada sih lowongan PNS buat lulusan pariwisata?”

Itu kata orang yang ga tahu. Hehe.
Kementerian Lain juga Butuh Lulusan Pariwisata
Sebenarnya banyak sekali lowongan di dunia PNS untuk alumni perguruan tinggi pariwisata.
Tidak hanya di Kementerian atau Dinas Pariwisata, lowongan PNS untuk lulusan pariwisata juga ada di institusi lainnya.
Salah satu institusi yang juga membutuhkan lulusan pariwisata ialah Kementerian Ketenagakerjaan. (Institusi yang sekarang saya tempati)
Lulusan pariwisata pada kementerian ini akan diposisikan sebagai instruktur pariwisata yang nantinya melatih peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja milik pemerintah.
Jadi, jangan cuma terpaku pada Kementerian dan Dinas Pariwisata saja, ya.
Bagaimana Bersaing dengan Lulusan Jurusan Lain?
Sebagai lulusan pariwisata, saya juga mengalami perasaan minder yang mungkin juga kamu rasakan saat memikirkan pesaing dari berbagai bidang ilmu.
Selama kuliah di bidang keilmuan pariwisata, mungkin jarang sekali kita dihadapkan pada soal hitung-hitungan yang sulit.
Kebanyakan kita diberi tugas untuk mengamati tempat wisata, menyusun perencanaan event, atau belajar menjalankan operasional hotel.
Walaupun ada hitung-hitungannya, tapi jika dibandingkan – misalnya – dengan lulusan teknik, tentu saja berbeda jauh tingkat kesulitannya
Nah, kalau sudah begini, bagaimana caranya kita bersaing dengan mereka.

Jawabannya, Jangan Bersaing.

Yap, kamu ga salah baca.
Cara paling ampuh supaya lolos tes CPNS adalah jangan bersaing dengan lulusan dari bidang keilmuan lainnya.
Bagaimana caranya?
Yaitu dengan memilih formasi CPNS yang khusus disediakan untuk lulusan pariwisata.


Memangnya ada?

Tentu saja ada. Saya sendiri merasakannya pada saat tes CPNS 2017 yang lalu.
Ketika itu, terdapat formasi Instruktur di Kementerian Ketenagakerjaan dengan pilihan penempatan di berbagai daerah.
Salah satu lokasi penempatan, yaitu Balai besar Pengembangan Latihan Kerja Medan, membutuhkan lulusan S1/DIV pariwisata 6 orang dan lulusan S1/DIV teknik sipil sebanyak 6 orang juga.
Kuota tersebut dikhususkan untuk masing-masing bidang keilmuan. 
Jadi, yang lulus CPNS nantinya dalam formasi di atas adalah 6 orang dari bidang keilmuan pariwisata dan 6 orang dari bidang keilmuan teknik sipil.
Tidak dicampur.
Yang artinya, saya tidak perlu bersaing dengan lulusan teknik sipil.
Memangnya ada formasi yang kuotanya dicampur?
Tentu saja ada. 
Di salah satu lokasi penempatan, terdapat pula formasi instruktur berjumlah 6 orang dengan kebutuhan lulusan pertanian dan pariwisata.
Formasi tersebut, tidak mengkhususkan bidang keilmuan pariwisata maupun bidang keilmuan pertanian.
Hasilnya, lulusan pariwisata yang memilih formasi di atas harus bersaing dengan lulusan pertanian untuk dapat lolos menjadi CPNS.

Kenapa Takut Bersaing?

Sudah saya ungkapkan di atas mengapa sebaiknya kamu tidak memilih formasi yang umum ataupun yang memiliki pesaing dari bidang keilmuan lain.
Bukan karena takut. 
Akan tetap cara ini dapat memperbesar peluang kamu lolos ke formasi yang diinginkan.
Karena kamu akan bersaing dengan mereka yang memiliki latar belakang keilmuan yang sama, yaitu pariwisata.
Sehingga ketika menghadapi Tes Kompetensi Dasar yang salah satu ujiannya mengenai hitung-menghitung, skor kamu tidak akan tertinggal dari peserta lainnya.
Bahkan kalau serius, kamu bisa menduduki peringkat pertama. (Seperti saya waktu itu, #sombong hehe)
Bayangkan, kalau ada pesaing kamu dari lulusan teknik, maka kamu harus belajar lebih keras untuk memahami rumus dan prinsip pengerjaan soal matematika, sementara pesaing mu yang “makanan” sehari-harinya adalah hitung-hitungan tidak perlu bersusah payah seperti kamu.

Enggak adil, kan?

Belum lagi, kamu harus mengerjakan soal-soal dengan cepat.
Lebih baik, bersaing secara “fair” dengan mereka yang bidang keilmuannya sama dengan kita, kan.
Kalau Tidak ada Formasi Khusus untuk Lulusan Pariwisata?
Nah, kalau yang ini beda lagi kasusnya.
Jika memang tidak ada formasi CPNS khusus untuk jurusan pariwisata, kamu jangan langsung down alias putus asa dulu.

Masih ada tips lanjutan pada artikel di blognya yang menarik, seperti berikut  >>> cara belajar soal CPNS untuk lulusan ilmu sosial, termasuk pariwisata.

Bagaimana, artikelnya cukup menarik kan?