Friday, June 21, 2019

Perencanaan Transportasi Wisata


Dalam kuliah pariwisata kita selalu berkutat pada teori 3A yaitu atraksi (daya tarik wisata), aksebilitas(transportasi), dan amenitas (sarana/prasarana wisata). Menurut sepengetahuan saya, dari ketiga aspek diatas aksebilitas merupakan merupakan aspek yang memiliki peroporsi yang paling sedikit dekaji dalam kuliah dibanding dua faktor lainya. Untuk itu dalam tulisan saya kali ini saya akan merangkum beberapa intisari mengenai perencanaan transportasi wisata sebagai refleksi.


transportasi wisata jogja

Perencanaan transportasi menjadi aspek penting dalam pengembangan pariwisata mengacu pada dasar logika sebagai berikut :
1.  Transportasi sebagai penghubung (daerah asal wisatawan dan destinasi/ tujuan)
2. Transportasi menunjang efisiensi, kenyamanan, keamanan yang mendukung terciptanya kepuasan berwisata secara keseluruhan.
3. Jika transportasi bagus, pariwisata cenderung berkembang
4.  Manajemen transportasi menyokong keberlangsungan sitem pariwisata
5. Transportasi merupakan aspek krusial dalam meningkatkan sistem pariwisata
6. Transportasi juga merupakan potensi lokal, tetapi tetap harus dikelola


perencanaan transportasi wisata

7. Transportasi merupakan unsur perencanaan pariwisata.Perencanaan transportasi dilakukan agar tercapai tingkat  efektifitas, ektesifitas, serta efisien secara biaya dan waktu tempuh. Efektifitas atau tepat guna berhubungan dengan upaya menciptakan keamanan dan kenyamanan wisatawan, sedangkan efisiensi menyangkut waktu tempuh dan biaya yang dikeluarkan untuk menjangkau destinasi/ tujuan. Perencanaan transportasi dapat dikatakan ektensif jika suatu jalur dan moda transportasi dapat menjangkau banyak titik/ destinasi wisata di suatu daerah.
Transportasi sebagai sarana penunjang untuk mengantar wisatawan ke daerah tujuan wisata perlu dikelola sedemikian rupa agar para wisatawan tetap segar bugar rohani dan jasmaninya. Kesegaran ini dapat diupayakan dengan pengaturan perjalanan wisata yang mengasikan, hingga jarak yang jauh terasa dekat, jangka waktu perjalanan yang lama menjadi terasa sebentar.
PERENCANAAN TRANSPORTASI WISATA
Dalam kegiatan transportasi wisata terdapat lima unsur utama yang harus selalu ada, kelima unsur tersebut antara lain moda transportasi (kendaraan), awak, jaringan jalan, sasaran wisata, dan wisatawanya
Pengelola transportasi harus menyediakan moda transportasi wisata yang memiliki kekhususan yaitu harus tangguh secara fisik, aman, nyaman, serta memiliki nuansa pariwisata (lokalitas).
Kualitas jalan dan kuantitas jaringan/ jalur yang digunakan sebagai lintasan wisata perlu dikaji sebelumnya. Idealnya setiap destinasi wisata memiliki 3 jalur, satu jalur masuk/datang, satu jalur keluar/pulang dan satu jalur alternatif. Dengan demikian perjalanan wisata akan lebih efektif dalam menjangkau destinasi, serta lebih efisien secara waktu.
Selain kemampuan jaringan jalan yang akan digunakan, kemungkinan terjadi macet pada waktu tertentu, demikian pula kemungkinan terjadinya gangguan alam seperti bencana banjir, tanah longsor dan sebagainya juga wajib menjadi pertimbangan pengelola transportasi.
Sedangkan peranan para awak pada moda transportasi adalah untuk membangkitkan simpati wisatawan. Pelayanan dan tanggung jawab para awak juga berperan penting dalam mewujudkan kepuasan wisatawan secara keseluruhan terhadap salah satu moda transportasi. Untuk itu pelatihan kompetensi bagi sumber daya manusia yang terlibat perlu selalu ditingkatkan. Sebagai contoh kasus, ada wisatawan yang mudah merasa cemas ketika melihat sesuatu dalam perjalanan misalnya tebing yang curam (caustro phobia), maka awak dapat menguranginya dengan berhenti sebentar untuk istirahat di suatu tempat di suatu tempat yang segar. Dalam hal inilah seorang awak harus mengenal betul karakter wisatawan dan kualitas jalur yang sudah ditentukan sebagai lintasan wisata.


PERENCANAAN TRANSPORTASI WISATA

Selain beberapa hal yang saya sebutkan diatas, tata alam dan tata adat masyarakat yang memiliki kekhasan daya tarik perlu dipertimbangkan dan dipelajari, sebab tata alam dan tata adat masyarakat yang dapat disaksikan selama perjalanan juga merupakan daya tarik bagi para wisatawan. Jadi sebelum wisatawan sampai pada destinasi tujuan, wisatawan juga menyaksikan berbagai daya tarik wisata yang ada disepanjang jalan selama perjalanan, sehingga mampu memberikan pengalaman dan kepuasan secara keseluruhan terhadap perjalanan wisatanya. Rekayasa jalur dapat dibuat sedemikian rupa melawati beberapa point of interest guna membantu menwujudkanya pengalaman perjalanan yang mengesankan.


Baca Juga : Pesona Desa Wisata Gamplong


perencanaan transportasi wisata

                                                 Peta jalur kawasan pantai gunung kidul
perencanaan transportasi wisata

                                               Jalur dengan point of interest berupa pantai

No comments:
Write komentar